Thursday, December 1, 2016

Hujan selalu memacu rindu
Namun ketika derasnya sudah memburu
Seakan semua jadi kelabu
Menguar pilu di masa lalu

Hujan selalu serupa dirimu
Yang syahdu menjerat rindu
Namun meremukku ketika bertemu

(Rofaramadhani, Desember 2016)

Thursday, September 29, 2016

DIY: Cityline Wallpaper

Jadiii, semenjak kamar kosan aku sudah pindah ke lantai dua *oke itu sudah lama sekali, like a whole semester I've lived upstairs hahaha* aku memutuskan untuk mendekorasi ulang semuanya. Berawal dari eyel-eyelan sama Ibu penjaga kosan soal cat kamarnya sampe blablabla soal barang-barang lama mbak kosan yang sudah pindah tapi digeletakin gitu aja di depan kamar baruku. Tapi mengingat aku hanya akan bertahan satu tahun lagi di kamar ini, then mengalah sajalah. Sooo, even the wall has very-very-literally pale green color, I still love my new room. OK, let's make it a comfy nest!

What will you need:
1. Selotip hitam (I used Vinyl Electrical Tape, because it's very cheap, IDR 1K for 1 roll, LOL!)
2. Gunting atau Cutter
3. Penggaris


First time first!
Bayangkan pola cityline yang kamu inginkan. Banyak sekali referensi siluet kota di internet, go to Pinterest for more interesting references. Aku memilih pola New York abal-abal karena gampang ditiru dan nggak akan ngabisin banyak selotip. Btw, nggak usah di sketch dulu di tembok, langsung aja biar cepet!

Setelah itu, mulai tempelkan selotip di tembok. Nah ini nih gunanya penggaris. Since aku adalah orang yang gemes banget kalo ngeliat garis yang nggak lurus dan presisi, maka aku pake penggaris untuk membantu membuat pola-pola outline kotanya. Bayangkan bangunan yang saling tumpuk menumpuk ketika dilihat dari tampak depan dan kreasikan selotipmu di atas tembok yang polosan itu heuheuheu.

And voilaaaa .........


Nggak mirip New York sama sekali, LOL! Ngasal sih ini hehehe

This down town spice up my day~


BONUS NARSIS DI POSTINGAN INI!!! :3

Easy, rite?

I only spent about 5-6 rolls of tape. FYI karena ini selotip kabel jadi dia ngga nempel banget gitu di tembok, jadi someday mau dicopot juga nggak bakalan bekas & nggak bakalan diomelin Ibu Kos heuheuheu.
Well, it's so easy, cheap, and cool. Happy Crafting!
Selamat menuju weekend!
XOXO

Friday, June 3, 2016

Boleh Bermimpi (titik)

Tulisan ini pernah diikutkan dalam program seleksi #MenyapaNegeriku 


PENDAPAT DAN IMPIANMU TENTANG PENDIDIKAN INDONESIA

Saya dibesarkan atas pemahaman betapa pentingnya mengenyam pendidikan formal. Saya dididik atas pengertian bahwa pendidikan yang baik akan menjamin sebuah kehidupan yang berarti; lebih dari sekedar orientasi materi. Dua puluh satu tahun makan bangku pendidikan formal lantas tak menjadikan saya membuka mata tentang apa itu pendidikan. Maka seharusnya pendidikan bukan cuma sekedar hitungan matematika selama dua jam sehari, atau tentang ujian nasional enam mata pelajaran dalam tiga hari. Saya bersyukur dikenalkan dengan Kelas Inspirasi yang menyadarkan bahwa ilmu tak melulu soal duduk di bangku hingga pukul satu. Tak juga tentang berpuluh-puluh buku pelajaran satu semester yang seringnya terasa berat untuk dipanggul. Tidak, saya tidak sedang mengintimidasi soal sistem pendidikan. Cuma seringnya kita lupa, sistem itu cuma sebatas teknis. Selebihnya itu tentang mendidik dengan hati; tentang guru-guru yang rela bangun pagi untuk berbagi. Mungkin jika pendidikan hanya sebatas soal kejar-mengejar materi, sekarang saya tak pernah ingat alasan Mr. Sartono membubarkan PNI. Ya, karena guru saya—Pak Kies—yang dengan semangatnya memeragakan tokoh demi tokoh perjuangan Indonesia maka saya jarang lupa tentang sejarah hingga sekarang.

Indonesia butuh hati yang diletakkan pada tiap-tiap pengajar, butuh lebih banyak Pak Kies; yang tidak hanya menjelaskan panjang lebar tentang sin cos tan, atau hanya mengantarkan untuk mendapatkan selembar kertas berlabel ‘ijazah’ lalu kemudian lupa gunanya apa. Karena saya rasa pendidikan itu bukan cuma perkara ilmu formal yang wajib dihabiskan dalam dua belas tahun; jika beruntung ditambah empat tahun di perguruan yang lebih tinggi. Ini soal mencerdaskan bangsa, memberikan inspirasi, menanamkan sopan santun, membangun kepercayaan diri, membentuk pola pikir nasionalis, menumbuhkan bibit-bibit mandiri, dan menjadikan masyarakat Indonesia masyarakat yang madani. Yang semuanya saya percayai dapat dipupuk sejak dini melalui cara yang efektif; melalui pendidikan formal dengan cara yang lebih manusiawi. Saya percaya membiasakan seorang anak memiliki integritas dalam dirinya akan mencetak satu bibit pemimpin bangsa.

Saya bermimpi tentang sekolah yang menyenangkan, tanpa tekanan takut hukuman karena nilai jelek atau tak mengerjakan PR. Saya bermimpi tentang pendidikan yang jujur dan sederhana; tanpa perlu khawatir soal tidak naik kelas atau manipulasi nilai hanya demi kepuasan pada rapor tanpa angka merah. Saya bermimpi tentang pendidikan yang membangun bangsa dan negeri, bukan embel-embel ngeri soal peluang kerja yang semakin sempit. Saya bermimpi tentang pendidikan yang menyeluruh dirasakan secara adil di seluruh pelosok negeri; berbagi cerita tentang hebatnya Alexander Agung bersama murid-murid daerah Anambas, bermain cerdas cermat bersama siswa Sumba Timur, atau belajar memaksimalkan fungsi internet pada teman-teman di wilayah terluar Indonesia. Serta bersama-sama menyamaratakan pemahaman di seluruh Indonesia betapa istimewanya menjadi siswa melalui pendidikan formal, yang tak hanya diajarkan teori tapi juga apa itu memanusiakan manusia.


Ditulis saat aku mainstream dan iseng banget ikutan apply #MenyapaNegeriku yang jelas sekali aku nggak mungkin lolos sih :))))) etapi pas buka-buka file lama dan nemu ini, setelah dibaca lagi kok menyentuh hati, jadi aku share :') 

Eh, beneran menyentuh nggak sih? HAHAHAHA.

Saturday, May 14, 2016

Friday, April 22, 2016

DIY Flower Vase

Thanks God it's Freeyeay!

Kali ini aku bakalan bikin DIY Vase yang super easy dan super murah karena bahan-bahannya hasil dari leles-leles di dapur wkwkwkwk. Kadang sampah nggak selalu sampah ya gengs. Btw, ini buatnya udah dari jaman baholaaaaa, sekita awal Februari tapi baru sempet di posting sekarang. Mungkin karena penyakit lamaku kambuh ya, bakalan males banget kalo gambar yang diambil nggak keliatan artsy sama sekali hiks. Jadi kalo postingan kali ini gambarnya welek polpolan plis jangan langsung dihapus dari blogroll ya blognya :'(

Oke, kalian bakal butuuuuhhh:
1. Kemasan plastik bekas (aku pake plastik bekas selai cokelat bermerk mor***)
2. Gold spray paint (I bought it on Artland Sutos)
3. Cat besi/kayu
4. Gunting
5. Selotip kertas


Caranya cukup mudah!
Pertama bersihkan kemasan plastik bekas dari labelnya. Banyak cara yang bisa kamu tiru di internet atau wikihow tapi if you ask me, aku menggunakan air panas untuk mengelupas labelnya. Caranya adalah didihkan air dan tunggu beberapa menit agar suhunya sedikit turun, lalu rendam botol di dalam air hangat selama satu jam. Setelah itu dijamin labelnya lebih mudah dikelupas.

Kedua, botol yang udah bersih dikeringkan. Setelah kering tuang cat hingga seperempat botol terisi. Tutup botol rapat lalu ratakan cat di seluruh bagian dalam botol dengan mengocoknya. Setelah rata, buka tutup botol dan keringkan botol selama satu hari atau sampai cat mengering dengan posisi terbalik sehingga catnya bisa jatuh. Hati-hati ya gengs jangan sampe catnya belepotan kemana-mana ahahaha. Pake alas koran kalo perlu biar nggak kotor.


Ketiga! Well kalo udah kering botolmu bakaln lucu banget karena udah punya warna di dalemnya. Move, lapisi luar botol dengan selotip kertas. Kenapa sih harus selotip kertas? Karena selotip kertas lebih mudah dipasang dan dilepas tanpa meninggalkan bekas kenangan. Buat pola sesukamu ya! Eits tapi inget, bagian yang terbuka adalah bagian yang nantinya akan terkena gold spray. Aku sendiri memilih untuk bikin pola yang teramat sederhana dan nggak niat yaitu stripe.


The last, semprot botol berbalut selotip kertas dengan gold spray, alasi dengan koran dan usahakan jangan main spray di tempat yang berangin karena ntar kamu yang bakalan kena spray wkwkwk. Semprot tipis-tipis hingga semua rata. Tunggu kering biar nggak belepotan kemana-mana. Setelah kering naaaaah baru kelupas selotip kertasnyaaa!


and voilaaaaaaaaa~~~




Not bad, huh?